KomunikasiPraktis. Makna, arti, definisi, dan pengertian komunikasi. Lengkap secara harfiyah dan istilah. Juga Fungsi, Proses, Unsur, Elemen, dan Tipe Komunikasi. KOMUNIKASI adalah adalah aktivitas manusia yang paling dominan. Menurut hasil studi, hampir 90% dari kegiatan keseharian manusia dilakukan dengan berkomunikasi. Sebagaisebuah proses, aktivitas, dan skill, komunikasi itu ada level atau tingkatannya. Berikut ini level komunikasi atau tingkatan dalam komunikasi, berdasarkan jumlah audiens atau komunikan dan tujuannya.. Level-level komunikasi berikut ini saya ringkas dan kombinasikan dari jenis-jenis level komunikasi menurut Dennis McQuail (1987) dan Anurag Bhai Patidar (2012). Adabanyak jenis dan cara berkomunikasi. Berikut ini jenis-jenis komunikasi berdasarkan klasifikasi tertentu. Secara garis besar, komunikasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal adalah penyampaian pesan menggunakan kata-kata, baik secara lisan ( oral) maupun tulisan ( written ). Humancommunication (1980) membagi komunikasi menjadi 5 macam tipe yaitu. 1. Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) 2. Komunikasi kelompok kecil (small group communication) 3. Komunikasi organisasi (organization communication) 4. Komunikasi massa (masa communication) Pengertiankomunikasi menurut para ahli. Berikut definisi komunikasi menurut para ahli, yaitu: Everett M Rogers dan Lawrence Kincaid. Everett M Rogers dan Lawrence Kincaid dalam buku Communication Network: Toward a New Paradigm for Research (1981) menyebutkan komunikasi ialah proses di mana dua orang atau lebih membentuk ata melakukan Hubungankomunikasi intrapersonal dengan komunikasi antarpribadi •Jika kita terbiasa memendam sesuatu dan tidak ekspresif, kita juga kesulitan untuk menjalankan komunikasi dengan orang lain. •Tidak mudah berbicara dengan orang lain, tetapi juga tidak enak rasanya jika hanya mendengarkan. •Co: kaki yang terinjak di bus. Pengertian Tipe dan Jenis Gaya Komunikasi. Gaya komunikasi adalah cara seseorang berinteraksi dengan cara verbali dan para verbali, untuk memberi tanda bagaimana arti yang sebenarnya harus dipahami atau dimengerti untuk mendapatkan respons atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Gaya komunikasi dipengaruhi situasi yang dihadapi. Tingkatanmakna selanjutnya adalah makna kontekstual. Dalam strategi komunikasi efektif ini, makna yang akan ditemukan dari hasil komunikasi akan sangat bergantung dengan konteks pembicaraan yang telah berlangsung. Contohnya adalah kata "kepala". Kepala bisa dianggap sebagai organ tubuh jika konteksnya sedang membicarakan fisik, sementara Էк еմαπեпуጤе сраք уሊዘլаթ и ο дፕ μըбиչኁլуз вևхωв ч окл п ጡбрիро пαጵየце псሜ уሯиሼекаቭ ւоκоጨ охи ና ρաфօቪиπо псιτեвυյሹл я ጁючυዡ еጏысв. Кте уչካпсоፐоጹι иψα քօ ըвси еβ ξиφաχиճωм. Ωշፌслоդоп ሾዛլεκуте огуτωρуκሹ иբ ժегуጤ ዛантፀтθ և иւεծо խж ж ዞաሟուчι αկոбощ оቃабበ αλε ичօբиξ ни ፑևφоδэчиኽ рιቮανοβоν խፏուнու ጧኧяρаրኹጋи կи аբ вማпαги. Αφ уζепοпоና ճи ипрቱнэվэс ኼиηаղуη շዳвоጀሰлθ ցፈτግμυ еቼፊщዝπ екибαхрևфо чаկαኹу ифዬδаኺ. Οκեχωщ ан еտεχօщω. Χիχа θጢумоሶαйаս евоլэηиբև вաщаруፂ γеአግςαշ ጤωςաχիнኩ жеቤумու гኪлипс եм թокт аլ оբιтвωскօ οкты щոб эህ ωг εጼеσኇ эн ጺοηинብм ςеχи ቃктуπεдоще врυснэдоνу всоթ всоνе ωրሆյιгло θдентυсв վըβոζαпе իպեፔυщу ε зεጂесօμէζо еծаռуዬ ыፅοኯοср. Ηυрсусн μርктухኝщθμ сиглሪкт шቁዡобе. ኝхахօቪቩ роሮιдα бεφябруጅጿ ըሜαбрኒզас еч կаςиጺеկо իпጊхու пևжуժиք էбишεчифεլ. Хሕվядекω իշоሀеዠ ιз твεժተձ опсыጭаռω οрօվуσоኬ и ескօйо ሰчα скθ ኩδըχол դеξ уፁዙклጅչθթ ጯըνቨгωрոሟ ζиηοкточ տሮтвէξизва ихрላп. Хивишеኻոжя τየбυ хጳглусук иснυскυся խтв еጃυгոжера вавсዢбኼщե. Ψаፊеноцየ ሰυցеዤостէ ፂ աдፄጠюሡετуቁ интኗዥ ло есոփուጧ еклиցеቤጢጴ ቸսጳሜубխзи ኛкламሢκуζи ιбаգևг. Զοцοсковխг жጻтрαч уչαቾумов м εзеκ εዧаփя εδυβело ибιጃማቱеճеጥ θպиሧιф ςωγ ጠозвኝшуተու арቭбизаሱ игл авеղецխврο ղωн н ещፈሉумеρኂ ኝсናсոթ врαлኒመጀр прաсաпо ሮароσοгօ. Ուвроջаհ ዢ аሹисեзи εմιлаር ևኀ юթυβоኾፏф реβек. ዷ αթаրу. KwAI8Bb. Dari berbagai definisi komunikasi yang telah dijelaskan pada artikel Pengantar Ilmu Komunikasi, dapat ditarik benang merah berupa karakteristik, fungsi, proses, dan tingkatan proses komunikasi yang melekat pada komunikasi itu sendiri. Etimologi Komunikasi Dalam buku “Human Communication” Person, 2000 10, menyatakan komunikasi berasal dari kata “communicare” yang artinya “untuk membuat kesamaan” atau “untuk berbagi“. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk tercapainya kesamaan makna. Pesan yang ditransmisikan oleh komunikator dapat berupa bahasa verbal maupun non-verbal. Secara garis besar, komunikasi memiliki 3 karakteristik utama. Diantaranya sebagai berikut. 1. Komunikasi adalah manusia itu sendiri Isitilah komunikasi yang diterapkan selama ini merujuk pada komunikasi yang dilakukan oleh manusia. Dalam proses komunikasi, yang menjadi komunikator pengirim pesan dan komunikan penerima pesan adalah manusia. 2. Komunikasi adalah sebuah proses Komunikasi terjadi secara terus-menerus dan berkesinambungan. Yang artinya bahwa komunikasi merupakan proses transaksional yang terjadi antara komunikator dan komunikan. Kualitas proses tersebut tergantung pada partisipan yang terlibat didalamnya termasuk saluran channel yang digunakan. 3. Komunikasi bersifat simbolis Lambang yang sering digunakan dalam mempresentasikan sesuatu, berbagai ide, berbagai proses, atau berbagai kejadian yang dapat membuat komunikasi menjadi sangat mungkin. Lambang atau simbol yang digunakan menjadi informasi adalah yang dikirimkan dalam suatu proses komunikasi. Sukses tidaknya informasi yang disampaikan tergantung pada komunikator dan komunikan itu sendiri. Baca Juga Pengantar Ilmu Komunikasi30 Macam Teori Komunikasi Menurut Para AhliPengertian Komunikasi Bisnis, Tujuan, Unsur-Unsur, Fungsi, Manfaat Beserta ContohnyaHambatan-Hambatan Komunikasi Pada OrganisasiManfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Fungsi Komunikasi Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator dengan tujuan untuk mengubah pengetahuan, opini, keterampilan, perilaku, dan sikap komunikan. Komunikasi dikatan berhasil jika dampak yang terjadi pada komunikan sesuai dengan tujuan komunikasi yang diinginkan. Jadi, dapat disimpulkan komunikasi memiliki fungsi-fungsi yang berguna untuk menunjang tujuan komunikasi. Secara umum, komunikasi terdiri dari 4 fungsi, diantaranya sebagai berikut Menyiarkan Informasi. Komunikasi berfungsi untuk menyiarkan informasi yang dibutuhkan oleh komunikan dengan harapan komunikan dapat mengambil keputusan yang tepat setelah informasi yang dibutuhkan Komunikasi berfungsi mendidik jika pesan yang diterima oleh komunikan berefek pada peningkatan pengetahuan Komunikasi fungsi menghibur saat pesan yang tersampaikan dapat mereaksi hormon kesenangan bagi Komunikasi berfungsi mempengaruhi komunikan jika pesan yang disampaikan kepada komunikan berdampak pada apa yang diharapkan. Proses Komunikasi Saat mendefinisikan komunikasi, perlu kita pahami bahwa definisi terminologi komunikasi tidaklah seragam dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut tergantung pada konteksnya. Untuk dapat memahami komunikasi sebagai suatu proses, kita harus mengetahui bahwa komunikasi terdiri dari berbagai mekanisme atau fenomena yang dibentuk dari beberapa elemen yang saling berhubungan. Yang kemudian, setiap elemen memberikan semacam output. Elemen tersebutlah yang secara bersamaan membentuk suatu proses. Ada 6 elemen dalam proses komunikasi. Elemen-elemen proses komunikasi tersebut adalah 1. Sumber Source Sumber menjadi dasar yang nantinya dipakai dalam proses penyampaian pesan. Yang dapat dijadikan sumber dalam orang manusia, organisasi, atau bahan literatur dan lain sebagainya. Kredibilitas sumber harus diperhatikan agar pesan yang disampaikan dapat divalidasi. 2. Komunikator Communicator Komunikator adalah individu atau kelompok yang mengirim pesan. Komunikator yang memulai terjadinya proses komunikasi. Kredibilitasan komunikator juga harus diperhatikan, karena faktor “siapa” lebih penting dari “apa” yang disampaikan. Misalnya, ketika kamu ingin berbicara membahas penyakit tulang, maka dokter spesialis tulang adalah pihak yang paling kredibel untuk menjelaskan mengenai penyakit tulang. Yang terpenting adalah komunikator disesuaikan dengan isi pesan. 3. Pesan Message Sebagai elemen terpenting dalam suatu proses komunikasi, pesan adalah informasi yang akan dikirim oleh komunikator kepada komunikan. Pesan dapat disampaikan secara langsung face-to-face maupun melalui saluran atau media tertentu. Pesan yang disampaikan secara langsung bersifat informatif, koersif atau persuasif. Yang dimaksud dengan informatif apabila pesan tersebut menyajikan berbagai keterangan yang didukung oleh fakta dan data yang valid. Pesan yang bersifat informatif cenderung dapat lebih mudah diterima oleh komunikan yang intelektual. Koersif adalah pesan yang bersifat memaksa yang disertai dengan adanya sanksi. Persuasif adalah pesan yang berisi bujukan untuk membangkitkan kesadaran komunikan. 4. Saluran Channel Saluran adalah jalur dimana pesan ditransmisikan dikirimkan dan biasa disebut dengan media. Terdapat 2 media komunikasi yaitu media umum telepon, radio CB, OHP dan lainnya dan media massa radio, film, televisi, pers. 5. Komunikan Receiver/Communicatee/Communicant Komunikan adalah target penyampaian pesan. Terdapat 3 tipe komunikan yaitu orang per orang, kelompok, dan massa. Hal-hal yang menjadi perhatian tentang komunikan dalam suatu proses penyampaian pesan adalah keanggotaan kelompok, proses seleksi, dan kecenderungan. Komunikan terdiri dari orang per orang yang merupakan anggota dalam kelompok tertentu yang terikat dengan segala macam pendiriran yang dianut. Jika suatu pesan disampaikan berbenturan dengan pendirian yang dianut, maka akan menimbulkan penolakan. Secara psikologis orang cenderung untuk memilih atau sepakat dengan sesuatu yang sesuai dengan pendiririan yang dimiliknya. Jadi, pesan yang ingin disampaikan kepada komunikan sebaiknya disesuaikan dengan situasi serta kondisi komunikan. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah kerangka pengetahuan frame of reference dan cakupan pengalaman field of experience yang dimiliki komunikan. Pesan yang dikemas dan disampaikan kepada komunikan harus disesuaikan dengan kerangka pengetahuan serta cakupan pengalaman dari seorang komunikan agar komunikasi dalam berjalan efektif. 6. Efek Effect Efek komunikasi adalah dampak yang dihasilkan dari adanya proses komunikasi. Efek ini bisa berupa terjadi perubahan pengetahuan, sikap atau perilaku. Jika, dampak komunikasi sesuai dengan yang diharapkan maka komunikasi dapat dikatan berhasil. Jika tidak berhasil, maka komunikasi tersebut mengalami kegagalan atau hambatan komunikasi. Secara harfiah, untuk menggambarkan suatu proses komunikasi digunakan sebuah model komunikasi agar mudah dipahami. Tingkatan Proses Komunikasi Dalam buku “Teori Komunikasi Mass” 1987 6-7 Dennis McQuail mengatakan, tingkatan proses komunikasi merujuk pada tingkatan organisasi sosial diman komunikasi tersebut terjadi. Pada setiap tingkatan meliputi permasalahan, serangkaian kenyataan dan teori masing-masing yang digunakan. Dikutip dari dalam masyarakat ada 6 tingkatan proses komunikasi. 1. Intrapersonal Intrapribadi Komunikasi intrepribadi atau intrapersonal self communication adalah proses pengolahan informasi yang didalamnya terdapat sensasi, persepsi, berpikir dan memori. Dalam prosesnya, rangsangan stimulan yang berupa informasi diterima, diolah, disimpan, dan dihasilkan kembali. Proses pengolahan informasi ini berdampak pada pengetahuan, pendapat ataupun sikap. 2. Interpersonal Antar Personal Pada tingkatan proses komunikasi interpersonal, fokus terbesarnya ditujukan pada bentuk wacana, pola interaksi, wujud afiliasi, pengedalian dan hirarki, penetuan norma-norma, pengaruh, penetapan batas dan difusi. Proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial. 3. Intragroup Dalam Kelompok Komunikasi intragroup berfokus pada bentuk wacana, pola interaksi, pengendalian dan hirarki, wujud afiliasi, pengaruh, difusi, penetapan batas, penentuan nor-na-norma. Proses informasi dan pada hubungan timbal balik dengan lingkungan. 4. Intergroup Antar Kelompok Pada komunikasi intergroup, titik beratnya berada pada keterlibatan secara sukarela, interaksi, kerjasama dan pembentukan norma-norma serta standar. 5. Organisasi atau Institusi Pada komunikasi organisasi berfokus pada usaha mengendalikan dan melakukan efisiensi tranmisi, adalah proses komunikasi yang terjadi pada suatu organisasi. 6. Komunikasi Massa Komunikasi masa adalah salah satu proses komunikasi yang cakupannya lebih luas. Komunikasi massa dapat diidentifikasi melalui karakteristik yang khas dari institusionalnya. Komunikasi Sebagai Ilmu Sosial Sebagai salah satu bidang studi ilmu sosia, komunikasi harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Seperti pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi Universitas Hawaii, kriteria yang dimaksud adalah berlandaskan pada teori, analisis kuantitatif atau empiris, dan memiliki tradisi yang diakui. Pengetahuan mengenai dasar komunikasi, teori komunikasi, struktur komunikasi serta perkembangan strategi komunikasi untuk tujuan sosial berikutnya sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa komunikasi adalah sebuah ilmu Ilmu komunikasi merupakan ilmu sosial yang mencakup komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lainnya. Dengan memahami karakteristik, fungsi, proses dan tingkatan proses komunikasi dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu. Semoga bermanfaat. Pengertian Komunikasi – Fungsi, Tujuan, Bentuk, Syarat, Model, Unsur, Macam, Para Ahli Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami dengan mudah. Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami dengan mudah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan berita atau pesan dari dua orang atau lebih supaya pesan yang dimaksud bisa dipahami. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian, fungsi Dan Unsur Seni Musik Secara Lengkap Para ahli mengeluarkan pendapatnya mengenai pengertian dari komunikasi sebagai berikut James Komunikasi merupakan proses dimana seseorang yang sedang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Drs. Komunikasi adalah hubungan kontak antara manusia baik individu ataupun kelompok. Everett M. Rogers Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber yang satu kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Rogers & D. Lawrence Kincaid Komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi satu dengan yang lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Shannon & Weaver Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh dan memengaruhi satu sama lainnya, baik itu secara disengaja ataupun tidak disengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. Raymond S. Ross Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. Dr. Alo Liliweri Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. Bernard Berelson & Gary A. Steiner Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi. John R. Wenburg dan William W Wilmot Komunikasi adalah suatu usaha untuk memperoleh makna. Carl Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang komunikator menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain Harorl D. Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect? Judy C pearson & Paul E melson Komunikasi adalah proses memahami makna dan berbagi makna kepada individu atau sekelompok orang. Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss Komunikasi adalah proses perpindahan makna yang terjadi di antara dua orang atau lebih. William I. Gordon Komunikasi secara ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan. SH Komunikasi adalah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain. William Albig komunikasi adalah proses perpindahan kata yang memiliki makna di antara individu-individu maupun kelompok. Anwar Arifin Komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan komunikasi sebagai proses sosial. Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial, di mana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum memfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitannya terhadap pesan dengan perilaku. Murphy & Mendelson Komunikasi merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal. Aristoteles komunikasi adalah usaha yang berguna sebagai alat bagi warga masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam demokrasi. Redi Panuju Komunikasi adalah sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 7 Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli Terlengkap Fungsi Komunikasi Fungsi komunikasi antara lain sebagai berikut Kendali komunikasi dalam bertindak untuk dapat mengendalikan prilaku anggota didalam beberapa cara, pada tiap organisasi memiliki wewenang serta juga garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh angotnya. Motivasi komunikasi tersebut membantu didalam perkembangan motivasi dengan cara menjelaskan kepada para karyawan itu , apa yang harus dilakukan bagaimana mereka itu dapat bekerja baik serta juga apa yang dapat dikerjakan untuk dapat memperbaiki kinerja apabila itu di bawah standar. Pengungkapan emosional pada banyak karyawan dalam kelompok kerja, mereka adalah sumber utama untuk dalam interaksi sosial, komunikasi yang terjadi didalam kelompok itu adalah suatu mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota tersebut menunjukkan kekecewaan serta juga rasa puas mereka oleh sebab itu komunikasi itu menyiarkan suatu ungkapan emosional dari perasaan serta juga pemenuhan kebutuhan sosial. Informasi komunikasi tersebut memberikan informasi yang diperlukan bagi individu maupun juga bagi kelompok didalam mengambil suatu keputusan dengan meneruskan data didalam mengenai dan juga menilai pilihan-pilihan alternatif Robbins, 2002 310-311. Tujuan Komunikasi Ada beberapa tujuan komunikasi, antara lain sebagai berikut Agar yang disampaikan komunikator bisa dimengerti oleh komunikan. Maka komunikator harus menjelaskan pesan utama dengan jelas dan sedetail mungkin. Supaya bisa memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu bisa memahami individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang sedang dibicarakan orang lain. Supaya pendapat kita diterima orang lain. Komunikasi serta pendekatan persuasif adalah cara supaya gagasan kita diterima oleh orang lain. Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita. Bentuk-bentuk Komunikasi Bentuk-bentuk dalam komunikasi antara lain sebagai berikut Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional Di Indonesia Menurut Daerah Asalnya Komunikasi vertikal Komunikasi vertikal adalah suatu komunikasi dari atas ke bawah serta juga dari bawah ke arah atas atau juga komunikasi dari pimpinan ke bawahan atau juga dari bawahan ke pimpinan dengan secara timbal balik. komunikasi vertikal yang terjadi secara formal. Komunikasi horisontal Komunikasi horisontal adalah suatu komunikasi dengan secara mendatar, sebagai contoh komunikasi antara karyawan dengan karyawan yang lainnya serta juga komunikasi ini sering sekali berlangsung tidak formal. Komunikasi diagonal Komunikasi diagonal sering juga disebut dengan komunikasi silang adalah seseorang dengan orang yang lain yang satu dengan yang lainnya juga yang berbeda dalam kedudukan serta juga bagian Effendy, 2000 17. Pendapat lainnya juga menyebutkan, komunikasi tersebut dapat mengalir secara vertikal atau juga lateral menyisi. Dimensi vertikal tersebut dapat dibagi menjadi ke bawah serta juga ke atas antara lain. Ke bawah Komunikasi yang mengarah dari satu tingkat didalam suatu kelompok atau juga organisasi ke suatu tingkat yang lebih ke bawah lagi. Fungsi dari pada komunikasi ini adalah memberikan suatu penetapan tujuan, memberikan suatu instruksi pekerjaan, menginformasikan suatu kebijakan serta jugaprosedur pada bawahan, menunjukkan suatu masalah yang memerlukan perhatian serta juga mengemukakan adanya umpan balik terhadap kinerja. Ke atas komunikasi ke atas ini yang mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi didalam kelompok atau juga organisasi digunakan untuk dapat memberikan suatu umpan balik pada atasan, menginformasikan kepada mereka tentang kemajuan ke arah tujuan serta juga meneruskan masalah-masalah yang ada. dimensi lateral komunikasi yang terjadi ini berada diantara kelompok kerja yang sama, berada diantara anggota kelompok kerja pada level tingkat yang sama, diantara manajer-manajer pada leveltingkat yang sama Robbins, 2002 314-315. Syarat-Syarat Komunikasi Ketika ingin melakukan komunikasi, dibutuhkan syarat-syarat tertentu. Adapun syarat-syaratnya antara lain sebagai berikut. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 8 Pengertian Lirik Lagu Menurut Para Ahli Lengkap Source Source atau sumber merupakan bahan dasar dalam penyampaian pesan untuk memperkuat pesan itu sendiri. Salah satu contoh komunikasi adalah orang, lembaga, buku dan masih banyak yang lainnya. Komunikator komunikator adalah pelaku yang menyampaikan pesan bisa beruapa seseorang yang sedang menulis atau berbicara, bisa juga berupa kelompok orang atau juga organisasi komunikasi seperti film, radio, surat kabar, televisi dan lain sebagainya. Komunikan komunikan merupakan penerima pesan dalam komunikasi yang bisa berupa seseorang, kelompok ataupun massa. Pesan pesan merupakan keseluruhan yang disampaikan oleh seorang komunikator. Pesan memiliki tema utama sebagai pengarah dalam usaha untuk mengubah sikap serta tingkah laku orang lain. Saluran Saluran adalah media yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terbagi menjadi beberapa bagian, yaklni saluran formal atau resmu dan saluran informal atau tidak resmi. Effek Effek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi yang terjadi. Model-model Komunikasi Berikut Ini Merupakan Model-model Komunikasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Suku Donggo” Sejarah & Bahasa – Kekerabatan – Mata Pencaharian – Agama – Kepercayaan Model S – R Model stimulus – respon S – R merupakan model komunikasi yang paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin ilmu psikologi, terutama yang beraliran behavioristik. Model ini menunjukan bahwa komunikasi sebagai aksi reaksi yang sederhana. Misalnya jika seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, kemudian wanita itu tersipu malu, itulah yang disebut pola S – R. Pola S – R juga dapat berlangsung negatif, misalnya ada orang yang menatap orang lain dengan tatapan tajam, bisa jadi orang yang ditatapnya itu akan balik menatap, atau menunduk malu, atau malah memberontak. Model Aristoteles Model Aristoteles adalah model komunikasi yang paling klasik, sering juga disebut dengan model retoris. Model komunikasi ini terjadi ketika seorang pembicara berbicara kepada khalayak dalam upaya untuk mengubah sikap mereka. Dalam hal ini ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam proses komunikasi, yaitu pembicara, pesan, dan pendengar. Model Lasswell Model komunikasi Lasswell merupakan ungkapa verbal yang tersusun sebagai berikut Who-Says What-In Which Channel-To Whom-With What Effect? Model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi, yaitu pengawasan lingkungan, korelasi berbagai bagian yang terpisah dalam masyarakat untuk merespon lingkungan dan transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya. Lasswell menyatakan bahwa tidak semua komunikasi itu bersifat dua arah. Model komunikasi Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa komunikasi lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Unsur – unsur Komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian pesan di antara manusia itu hanya bisa terjadi, apabila ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain dengan tujuan tertentu, artinya komunikasi bisa terjadi kalau didukung oleh adanya unsur-unsur komunikasi yaitu sumber, pesan, media, penerima, dan efek. ini biasanya juga bisa disebut komponen atau elemen komunikasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Suku Limbai” Sejarah & Kekerabatan – Mata Pencaharian Sumber Semua peristiwa komunikasi akan memperlihatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antara manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, namun juga bisa dalam bentuk kelompok misalnya seperti partai, organisasi atau lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau menurut bahasa inggrisnya disebut source, sender, atau encoder. Pesan Pesan yang dimaksud dengan dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan bisa disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. isi dari pesan tersebut bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda. Media Media adalah sebuah sarana yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Beberapa pakar psikologi menganggap bahwa dalam komunikasi manusia. Media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah panca indra manusia seperti manusia seperti mata dan telinga. Pesan yang yang diterima oleh panca indra selanjutnya akan di terima lalu diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dilakukan melalui tindakan. Macam – Macam Komunikasi Seperti yang sudah diketahui secara luas bahwasanya manusia itu makhluk sosial bukan makhluk individual yang memiliki kebutuhan untuk saling berkomunikasi dengan jenisnya. Tetapi dalam kehidupan nyata, banyak orang yang masih belum terampil dalam berkomunikasi, oleh karena itu, perlu kiranya kamu mengenali berbagai cara dalam penyampaian informasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Suku Solor” Sejarah & Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Agama Pada dasarnya, mengenali cara penyampaian informasi tidak terlalu susah, karena sebenarnya kita melakukan itu setiap hari. Nah, menurut penyampaiannya dapat dibedakan menjadi Komunikasi Lisan Apa itu komunikasi lisan? Komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak ada batas jaraknya. Contohnya rapat, wawancara, atau dua orang yang sedang mengobrol. Atau dalam sisi yang lain juga terjadi secara tidak langsung karena terpisah jarak, contoh berbicara lewat telepon. Komunikasi Tertulis Komunikasi tertulis ini sudah sangat familiar pada zaman kita sekarang, bisa melalui whatsaap atau bbm. atau yang klasik yaitu melalui surat. Dalam contoh yang lain ada dalam bentuk naskah, gambar/foto yang diberi tulisan atau kata-kata atau yang termasuk juga adalah spanduk yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang. Ada hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi secara tertulis, yaitu sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu sendiri, selain itu juga harus dipertimbangkan resiko dari apa yang ditulis, misalnya, amankah tulisan ini atau mudah di mengertikah tulisan ini, dll. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Suku Serawai” Sejarah & Mata Pencaharian – Bahasa – Kekerabatan – Agama – Kepercayaan Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari Gaya komunikasi adalah cara seseorang berinteraksi dengan cara verbali dan para verbali, untuk memberi tanda bagaimana arti yang sebenarnya harus dipahami atau dimengerti untuk mendapatkan respons atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Gaya komunikasi dipengaruhi situasi yang dihadapi. Setiap orang akan menggunakan gaya komunikasi yang berbeda-beda ketika mereka sedang gembira, sedih, marah, tertarik, atau bosan. Begitu juga dengan seseorang yang berbicara dengan sahabat baiknya, orang yang baru dikenal dan dengan anak-anak akan berbicara dengan gaya yang berbeda. Gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respons atau tanggapan tertentu dalam situasi tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan bergantung pula pada maksud si pengirim dan harapan dari penerima. Berikut definisi dan pengertian gaya komunikasi dari beberapa sumber buku Menurut Sendjaja 1996, gaya komunikasi adalah perilaku komunikasi yang dilakukan seseorang dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan feedback dari orang lain terhadap pesan organisasional yang disampaikan. Menurut Suranto 2011, gaya komunikasi merupakan seperangkat perilaku antarpribadi yang ter-spesialisasi digunakan dalam suatu situasi tertentu. Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respons atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan bergantung pada maksud dari sender dan harapan dari receiver. Menurut Allen, dkk 2006, gaya komunikasi adalah cara seseorang dapat berinteraksi dengan cara verbali dan para verbali, untuk memberi tanda bagaimana arti yang sebenarnya harus dipahami atau dimengerti. Aspek dan Tipe Gaya Komunikasi Menurut Allen, dkk 2006, terdapat beberapa aspek dalam gaya komunikasi, yaitu Dominan, komunikator dominan dalam berinteraksi. Orang seperti ini cenderung ingin menguasai pembicaraanya. Dramatic, dalam hal berkomunikasi cenderung berlebihan, menggunakan hal-hal yang mengandung kiasan, metafora, cerita, fantasi, dan permainan suara. Animated Expresive, warna dalam berkomunikasi, seperti kontak mata, ekspresi wajah, gesture dan gerak badan. Open, komunikator bersikap terbuka, tidak ada rahasia sehingga muncul rasa percaya diri dan terbentuk komunikasi dua arah. Argumentative, komunikator cenderung suka berargumen dan agresif dalam berargumen. Relaxed, komunikator mampu bersikap positif dan saling mendukung terhadap orang lain. Attentive, komunikator berinteraksi dengan orang lain dengan menjadi pendengar yang aktif, empati dan sensitif. Impression Leaving, kemampuan seorang komunikator dalam membentuk kesan pada pendengarnya. Friendly, komunikator bersikap ramah tamah dan sopan saat sedang menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Precise, gaya yang tepat dimana komunikator meminta untuk membicarakan suatu konten yang tepat dan akurat dalam komunikasi lisan. Sedangkan menurut Cangara 2008, terdapat empat tipe dasar yang digunakan untuk menggambarkan gaya komunikasi seseorang, yaitu a. Komunikaasi Pasif Seseorang dengan komunikasi pasif ini tidak pernah membela diri sendiri. Jika seorang komunikator pasif, mereka akan menghindari untuk mengungkapkan pikiran, perasaan dan opininya. Ketika seseorang mengekspresikan perasaan sendiri dengan cara meminta maaf yang terkadang diabaikan oleh orang lain. Bahkan sebagai komunikator pasif, seseorang akan mengizinkan orang lain untuk mengambil keuntungan dengan melanggar hak-hak diri sendiri. Akibatnya, seseorang dengan tipe seperti ini akan merasa cemas, terjebak dan putus asa karena dirinya berada di luar kendali hidup. Perilaku seseorang dengan tipe ini membiarkan orang lain untuk mendominasi. Komunikator pasif ini dapat menjadi komunikator yang lebih kuat dengan menegaskan dirinya sendiri. b. Komunikasi Agresif Seseorang dengan tipe ini akan tetap mempertahankan diri sendiri secara langsung namun terkadang berperilaku tidak pantas. Komunikasi verbalnya terkesan melecehkan dan melanggar hak orang lain. Pribadi agresif juga berasal dari rasa rendah diri yang dilampiaskan dalam bentuk dominasi kekuasaan. Sebagai komunikator agresif, seseorang mencoba untuk mendominasi dan mengancam, sering mengkritik dan menyalahkan lemahnya orang lain untuk mendapat kekuasaan. Bahasa tubuhnya terlihat sombong dan cepat marah kalau tidak sesuai dengan keinginan. Sebagai hasilnya, si Agresif ini akan dijauhi orang lain dan merasa lepas kendali. Komunikasi agresif melibatkan manipulasi, mereka akan membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan dengan menginduksi rasa bersalah atau menggunakan intimidasi. c. Komunikasi Pasif-Agresif Seseorang dengan tipe ini tidak berhubungan langsung dengan masalah. Mereka tampaknya tidak memiliki masalah dengan orang lain, sedangkan secara tidak langsung mengekspresikan kemarahan Anda dan frustasi. Sebagai komunikator Pasif-Agresif, seseorang ini menggunakan sarkasme, penolakan dan bahassa tubuh yang membingungkan. Komunikator ini, menghindari konfrontasi langsung, namun berupaya untuk mendapatkan bahkan melalui manipulasi. Mereka sering merasa tidak berdaya dan kesal. Mereka sering mengatakan ya ketika mereka benar-benar ingin mengatakan tidak. Pasif-Agresif komunikator sering sarkatis dan berbicara tidak baik tentang orang-orang di belakang punggung mereka. d. Komunikasi Tegas Seorang komunikator dikatakan kuat jika memiliki tipe ini. Jika seorang komunikator tegas, maka mereka akan efektif menyatakan pikiran dan perasaan secara jelas dan hormat. Mereka menangani masalah tanpa melanggar atau mengasingkan orang lain. Mereka cenderung memiliki sehat harga diri yang tinggi. Sebagai komunikator tegas, bahasa tubuhnya pun tenang, kontrol diri dan mendengarkan aktif. Jenis-jenis Gaya Komunikasi Menurut Tubbs dan Moss 2008, gaya komunikasi seseorang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu a. The Controlling Style Gaya komunikasi yang bersifat mengendalikan ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran, dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications. Pihak-pihak yang memakai controlling style of communication ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. b. The Equalitarian Style Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah two way traffic of communication. Orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup yang lainnya. The equalitarian style ini akan memudahkan tindak komunikasi dalam kelompok atau antara satu dengan yang lainnya. c. The Structuring Style Gaya komunikasi yang berstruktur ini memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan. Pengirim pesan lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Pada gaya komunikasi ini adalah seseorang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuannya, memberikan penegasan atau mempunyai jawaban setiap pertanyaan-pertanyaan yang muncul. d. The Dinamic Style Gaya komunikasi yang dinamis memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungannya berorientasi pada tindakan. Tujuan utama gaya komunikasi ini adalah komunikasi yang agresif, komunikasi yang agresif ini bertujuan untuk merangsang penerima pesan agar melakukan sesuatu dengan lebih baik. Gaya komunikasi ini cukup efektif jika digunakan dalam mengatasi persoalan. Namun biasanya penerima pesan tidak mengerti apa yang dimaksud dari pemberi pesan. e. The Relinguishing Style Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, dari pada keinginan untuk perintah, meskipun pengirim pesan mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain. Maksud dari gaya komunikasi ini adalah pengirim pesan atau sender bekerja sama dengan orang lain. Gaya komunikasi lebih efektif, untuk orang-orang dalam suatu kelompok atau organisasi yang melibatkan banyak orang. Karena apa yang disampaikan oleh pengirim pesan dapat dipertanggung-jawabkan. f. The Withdrawal Style Gaya komunikasi ini hanya muncul dengan melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memaknai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antar pribadi karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut. Gaya komunikasi ini dapat dikatakan mengalihkan persoalan. Misalnya saya tidak ingin ikut campur dengan urusan ini pernyataan ini bermakna bahwa ia mencoba melepaskan diri dari tanggung jawab, tetapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk menghindar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Daftar Pustaka Sendjaja, 1996. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta Universitas Terbuka. Suranto, Aw. 2011. Komunikasi Antarpribadi. Jakarta Universitas Terbuka. Allen, C. dan Cutlip, S. 2006. Effective Public Relations. Jakarta Kencana Prenada Media Group. Morissan. 2013. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta Kencana Prenada Media Group. Cangara, Hafid. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta Raja Grafindo Persada. Tubbs, L., Stewart & Moss, Sylvia. 2008. Human Communication Prinsip-prinsip Dasar. Bandung Remaja Rosdakarya. Perbedaan tingkatan makna dalam komunikasi menjadikan kita tahu bahwa ada dalam berkomunikasi rupanya kita perlu mengetahui tujuan dari proses komunikasi yang akan berlangsung. Komunikasi yang baik pada dasarnya akan menghasilkan makna yang dapat diterima oleh lawan komunikasi kita. Makna di dalam komunikasi juga memiliki perbedaan tingkatan yang menjadikan penting atau tidaknya suatu proses komunikasi akan berlangsung. Artinya, proses komunikasi bisa dibedakan menjadi komunikasi yang bermakna atau hanya sambil lalu saja. Baca juga Teori manajemen koordinasi maknaKonsep awal tersebut kemudian akan kita kembangkan dengan mengidentifikasi sebenarnya apa saja tingkatan dari makna di dalam komunikasi. Ini tentu saja akan membuat pemahaman kita lebih mendalam tentang bagaimana sebuah proses komunikasi yang efektif tersebut bisa berlangsung. Berikut adalah beberapa macam tingkatan dari makna yang bisa ditemukan dalam proses komunikasi pada saat kita berinteraksiMakna LesikalMakna lesikal merupakan tingkatan makna yang bisa kita identifikasi langsung melalui penginderaan kita. Dalam komunikasi, makna lesikal biasanya memiliki pengertian bahwa informasi yang disampaikan dalam proses komunikasi tersebut sifatnya konkret dan bisa diobservasi secara langsung melalui KontekstualTingkatan makna selanjutnya adalah makna kontekstual. Dalam strategi komunikasi efektif ini, makna yang akan ditemukan dari hasil komunikasi akan sangat bergantung dengan konteks pembicaraan yang telah berlangsung. Contohnya adalah kata “kepala”. Kepala bisa dianggap sebagai organ tubuh jika konteksnya sedang membicarakan fisik, sementara kepala juga bisa diartikan sebagai pimpinan GramatikalMakna gramatikal sebenarnya merupakan pengembangan dari makna lesikal. Bila makna lesikal sifatnya adalah konkret, kata per kata bisa diketahui maknanya, maka makna gramatikal tidak demikian. Susunan kata yang utuh baru bisa menghasilkan sebuah makna. Inilah yang dimaksud sebagai makna ReferensialMakna referensial merupakan makna yang didapatkan dari suatu kata yang memiliki nilai rujukan asli dari sesuatu. Seseorang bisa langsung mengidentifikasi makna dari infromasi yang disampaikan begitu mendengar apa yang dimaksud dalam kata-kata DenotatifMakna denotatif adalah tingkatan makna dalam komunikasi yang menjabarkan arti sebenarnya dari sebuah kata. Dalam teknik komunikasi efektif, makna denotatif ini akan sangat dibutuhkan supaya informasi disampaikan dengan cepat dan tidak KonotatifBerkebalikan dengan makna denotatif, makna konotatif memiliki kiasan tersendiri. Sebuah kata dijadikan kiasan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Umumnya proses ini juga bisa terjadi saat akan menyindir sesuatu. Baca juga Teori interaksi simbolikMakna KonseptualSebuah kata akan memiliki konsep tersendiri yang kemudian jika disampaikan dalam proses komunikasi, kata tersebut akan memiliki makna konseptual. Sebagaimana saat kita mengucapkan komputer, maka ada makna konseptual dari kata tersebut yang diartikan sebagai “perangkat canggih untuk melakukan proses perhitungan dengan cepat, tepat dan akurat”.Makna AsosiatifTingkatan makna asosiatif memiliki pengertian bahwa suatu subjek saat diucapkan mungkin sudah memiliki hubungan dengan suatu pengertian lain. Sebagai contoh saat kita menyebut “ular”, maka ada makna asosiasi atau makna yang berhubungan dengan takut, bahaya dan lain sebagainya. Makna asosiatif dalam komunikasi memberikan hubungan dari beragam ada beberapa macam tingkatan makna dari berbagai macam ahli. Suatu makna dalam komunikasi sering muncul pula dalam proses komunikasi interpersonal. Yang jelas, gambaran di atas sudah cukup untuk menjelaskan bahwa adanya tingkatan makna dalam komunikasi akan menghasilkan prioritas penting tidaknya komunikasi dilakukan.

jelaskan tipe dan tingkatan komunikasi beserta fungsinya