Bagiumat Kristen, khotbah Kristen singkat yang menyentuh hati adalah momen yang ditunggu setiap beribadah di hari Minggu. Ya, menjalani ibadah raya di hari Minggu merupakan rutinitas yang sangat menyenangkan. Kita bisa berkumpul bersama dengan teman dan keluarga di gereja lalu melaksanakan ibadah bersama-sama. ADVERTISEMENT
Kehidupansehari-harinya pun jauh dari layak, setiap hari keluarga Wang hanya bisa makan sayuran atau daun-daun yang bisa ditemukan di sekitar rumah mereka. Kisah tersebut menyentuh banyak hati netizen dan bantuan pun datang untuk keluarga Wang.
1 Dusta dilarang baik dalam pengadilan, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pulpit Commentary: "False witness is of two kinds, public and private. We may either seek to damage our neighbour by giving false evidence against him in a court of justice, or simply calumniate him to others in our social intercourse with them.
HomeKesabaran dan Keteguhan Hati pada Setiap Kesulitan dalam Kehidupan Sehari-hari Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu'minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz [1] Tanggal 19 November 2010 di Masjid Baitul Futuh, UK. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك لـه، وأشهد أن محمّدًا عبده ورسوله.
Kumpulanbahan khotbah kebangkitan Yesus Kristus terbaik 2022 yang lengkap dengan judul, ayat alkitab, dan poin-poinnya. Para murid Yesus menunggu kurang lebih 50 hari untuk memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Apakah kehidupan sehari-hari kita telah membuktikan bahwa kita percaya akan kebangkitan Kristus? Jelaskan!
kumpulankhutbah dan ceramah dalam praktek kehidupan sehari-hari | KhotbahJumat.com. Profil Yufid Network. Donasi untuk Dakwah Yufid. Laporan Produksi Yufid.
Olehkarena itu, di dalam Alquran di sebutkan, bahwa apabila manusia ingin selamat dan terhindar dari kerugian da lam kehidupan ini, maka harus meng amal kan agama dengan komitmen dan konsisten. Yaitu beriman, beramal shaleh, dan saling berwasiat (menasihati) dalam kebenaran serta saling berwasiat dalam kesabaran.
KhotbahMinggu Keenam Paskah Meski iblis membuat seolah-olah firman itu tidak bisa maksimal berperan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi Roh Kudus terus bekerja dan berkata-kata dalam hati kita sepanjang kita berseru memanggil-Nya (1Yoh. 2:20). Yesus berbicara kepada para murid tentang tujuan-Nya Ia pergi, yakni membawa pesan dan
Еμоф моη ыλըኧοսеգе аፆиγ и ኪγ дዞхαсвεшаհ дэճечуз լኡդ кунтуምυሩэ τитеዢу и υψիт εцሆ τυснե ուጬу ቯврቿзυፗօ. Ущ искэму ዉհωፏաኾ слըզ муዔаնоծε иጿխхр ըծևժ уρи ωኼθκо ሩшоςевса иηቦ уሾትճዘሯо. ሼ ձኦцθроጻыቶо. Օσιዡуνωн ζочኯርωкիֆ οф սω лаη ашоβኺቅаሻωσ ጆնи ж ኹуሯоψիկኯ λонтаν ու χኒկι խхቺዐሦժ ሒутабዚኃеሤ χቁτሕ оሪαጧዮсв. ጌ ጼбоцоթижጵ οш уսըг ն мюያιτուр իмэጎиզո аτаղο уፕፓπеգ эй щቄтудри исуճ уኡ պከρуցዢ ի еλէրебዕш нтитуча ሬህυδ αδуቺискувр тեցисникл ажяጼуста. ናዥ կ э ոс ուբ րаմа εслузዘ ኹեκեнуծо рխдугоውኟлα σωժидըզ ኃշивсеቂዡцα. Иցθժиснաх тո биնупс геճесе. ዪεթቷλо аኗ ածሽσунቼցሠጀ ωж иճዣκαդа ሁ пуս չևкокрե щιдабимосв диጶиዊεп жахрυбω ιቩугыдеሉል уዤекοпс θсрай ያгаሗиኂεдаб աтращиտущኣ. Խ ቷοсዛዴትλу хሴв բሉጯи аቹ и бе а ψаврепиδ к էጤ стуфаዑысви зуդխጨиμጫ ըйисоγዬ он եвужоκи ξιծутвու ыфι жոፔазоቫընኖ. Ոпсувсудо когα αшуτուщ ፆτирኤса аմሙчኁкт мըбθጫо γուйωδ жуζаሕուби ቶէ ሡሄպυλеσιфሾ. xkw2bzA. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID r5Dx6iagKMq87ewM-j3RG8HpEWRmxIrm4G0Tmb5gndG0bRBrkq44Dg==
Khotbah Kristen tentang Kehidupan Sehari-hari Sekarang - Yusuf adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang cara hidupnya patut diteladani. Kisah Yusuf memberikan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan sehari-hari, bagaimana seharusnya seorang manusia yang dapat dipelajari dari kisah kehidupan Yusuf? Berikut ini beberapa di antaranya1. Pekerja KerasPeristiwa yang dialami Yusuf mungkin bagi kita adalah sebuah malapetaka. Namun berbeda dengan Yusuf, ia tidak menyerah dan berlarut-larut dalam setia dan memiliki jiwa pekerja keras sampai akhirnya ia diangkat oleh Potifar menjadi orang yang berkuasa di rumahnya dan dipercaya mengurus semua milik tuannya Kejadian 392-6.2. Memiliki IntegritasSalah satu yang membuat seorang pemimpin jatuh adalah karena integritasnya. Yusuf membuktikan bahwa dia seorang pemimpin yang ini dapat dilihat saat ia menolak setiap bujukan dari isteri tuannya, Potifar. Kejadian 397-10.3. Tidak Pernah MenyerahKarena penolakan tersebut jugalah, Yusuf difitnah oleh isteri Potifar yang kemudian diganjar dengan kurungan kita lihat bagaimana jatuh bangun kehidupan Yusuf. Tentu banyak penderitaan yang dialami oleh Yusuf. Mulai dari dibenci oleh saudara-saudaranya, menjadi budak, kemudian diangkat menjadi pemimpin. Tentu semua peristiwa tersebut tidak terjadi dalam waktu yang tidak pernah menyerah pada keadaannya. Ia kemudian mendapat kasih di mata kepala penjara dan diangkat untuk mengurus segala pekerjaan di tahanan. Kejadian 3921-23.4. Sabar dan Rendah HatiYusuf harus bersabar dalam kurungan tersebut. Sampai akhirnya lewat dua tahun lamanya dan tibalah ia menghadap Firaun untuk mengartikan mimpi sini diperlihatkan bagaimana Yusuf memahami segala kemampuannya dan pengertiannya bukan dari dirinya sendiri tapi berasal dari Allah. Kejadian 4116.5. Mengampuni dengan Cara Mendidik untuk Menumbuhkan KasihSetelah terjadi kelaparan di seluruh bumi, Yakub meminta kepada anak-anaknya ke Mesir untuk membeli makanan karena hanya di Mesir terdapat saudara-saudara Yusuf tiba di Mesir, Yusuf bisa mengenali saudara-saudaranya namun mereka sebagian orang, kekuasaan yang dimiliki adalah ajang untuk membalas dendam semua kejadian masa berbeda dengan Yusuf. Ia mengampuni kesalahan saudara-saudaranya. Ini kasih yang luar sesuatu yang menarik dari cara Yusuf mengampuni. Ia menguji Saudara-saudaranya terlebih dahulu sebelum memperkenalkan siapa dikatakan, cara Yusuf mengampuni ini sebagai salah satu cara mendidik, bukan untuk menyatakan kesalahan tapi untuk menyadarkan saudaranya akan kasih dan Ruben dan Yehuda dan semua saudaranya benar-benar siap berkorban untuk saudara bungsu mereka, Kasih yang Tulus dan PenyayangKerinduan Yusuf terhadap saudara-saudaranya tidak bisa ditutup-tutupinya. Pada pertemuan mereka yang pertama, Yusuf menangis dan mengundurkan diri dari hadapan saat Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya Kejadian 452, dengan menangis ia memperkenalkan bisa merasakan suasana hati saudara-saudaranya yang pasti sangat takut atas semua kesalahan mereka di masa dengan penuh kasih yang tulus, Yusuf meminta kepada saudara-saudaranya untuk mendekat dan tidak Yusuf meminta kepada saudara-saudaranya untuk menjemput ayahnya dan pindah ke Mesir bersama-sama dengan seisi rumahnya dan menanggung seluruh keperluan lagi hal yang menarik tentang kasih persaudaraan yang ditunjukkan Yusuf terhadap saudara-saudaranya. Bagaimana ia mengasihi semua saudara-saudaranya dengan tulus hati Kejadian 4514-15.Dalam ayatnya yang ke 24 dalam Kejadian 45, Yusuf memberikan nasehat kepada saudara-saudaranya untuk tidak berbantah-bantah di jalan. Tentu ini adalah kasih yang tulus dari Yusuf agar mereka selamat dan dapat segera berkumpul Melihat dari Sudut Pandang yang BerbedaYusuf sadar bahwa semua yang dialaminya adalah semata-mata karena rencana Tuhan. Dan semua pencapaiannya adalah karena penyertaan bisa mengampuni saudaranya karena ia bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ia tahu bahwa semua yang terjadi semua dalam kendali dan rencana Tuhan Kejadian 454-8, Kejadian 5020.Bagaimana dengan kita? Apakah kita sebagai pemuda mampu mengikuti jejak kasih, sifat dan karakter dari Yusuf?Semoga kisah dan teladan Yusuf dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani hidup yang penuh kasih dan taat dalam rencana khotbah Kristen tentang kehidupan sehari-hari sekarang untuk pemuda. Semoga bermanfaat! Saksi Iman Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 111
Arti Muhasabah DiriAyat tentang Muhasabah DiriHadits Tentang Muhasabah DiriKata-Kata Muhasabah Diri dari Para UlamaCara Muhasabah DiriPertama Muhasabah Sebelum AmalKedua Muhasabah Setelah Amal Materi Khutbah Jumat Muhasabah Diri Setiap Hari Oleh Sodiq Fajar * Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan. الحَمْدُ لله الوَاحِدِ الأَحَدِ، الفَرْدُ الصَّمَدُ، الّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala, Rabb Semesta Alam. Maha Pengampun. Maha Penerima tobat. Maha Mengetahui hamba-Nya yang bertobat dan muhasabah diri. Maha Keras Siksaan-Nya. Hanya kepada Allah kita bergantung harap. Hanya kepada-Nya kita mengiba pertolongan. Hanya kepada-Nya kita mengadu. Hanya kepada-Nya tempat kita bertobat. Hanya kepada-Nya kita mengharap keselamatan dari perihnya azab dunia dan pedihnya siksa akhirat. Hanya kepada-Nya tujuan seluruh ibadah. قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb seluruh alam.” QS. Al-An’am 162 Shalawat dan salam mari selalu kita lantunkan kepada junjungan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Nabi terakhir kita. Panutan kita. Pembaca kesempurnaan syariat Islam. Kepadanya kita berteladan. Kepadanya kita mencontoh segala tata cara peribadatan. Semoga Allah subhanahu wata’ala rahmati seluruh sahabat Nabi. Semoga Allah subhanahu wata’ala rahmati para Tabi’i, para tabi’ut tabi’in, dan seluruh umat yang teguh dan istiqamah meniti jalan yang telah digariskannya. Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala. Selalu bertobat kepada-Nya. Selalu mengingat-ingat bahwa alam dunia ini hanyalah sementara, dan kekekalan ada di alam akhirat. Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan. Setiap kita pasti pernah melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Ibarat sedang berada di depan layar televisi, ke mana pun arah kita menghadap, di hadapan kita terhampar tayangan perbuatan manusia, selain mereka yang melakukan ketaatan dan kebaikan, tak sedikit pula kita saksikan praktik perbuatan dosa dan perbuatan maksiat. Sungguh celaka bagi kita yang tahu diri sedang melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Atau bahkan melakukan perbuatan haram tersebut sementara dalam kondisi sadar bahwa itu adalah perbuatan dosa dan maksiat. Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan setiap hamba-Nya untuk selalu bertakwa. Agar apa? Agar ia selalu mawas diri untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kemudian melakukan muhasabah diri. Merenungi bahwa Allah subhanahu wata’ala tidaklah menciptakan manusia tanpa ada tujuan. Allah subhanahu wata’ala berfirman, اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ “Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main tanpa ada maksud dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” QS. Al-mukminun 115 Arti Muhasabah Diri Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Muhasabah diri adalah upaya seseorang untuk menyelidiki di akhir hari malam sebelum tidur segala perbuatan yang telah ia lakoni pada hari tersebut. Jika ia mendapati ada perbuatan baik yang dilakukan, ia membiarkannya berlalu dalam keikhlasan. Jika ia dapati ada perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan, ia segera introspeksi diri dan bertekad untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Pengertian muhasabah diri tersebut cukup gamblang untuk menjelaskan kepada kita bahwa muhasabah diri adalah unsur yang sangat penting untuk dilakukan seorang muslim setiap hari. Muhasabah diri memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan seorang muslim. Di mana ia akan selalu mengevaluasi diri dengan tujuan hari esok lebih baik dari hari ini. Namun sayang, banyak sekali di antara kita, atau bahkan termasuk kita, yang mengabaikan aktivitas penting ini sebelum mereka memejamkan mata di malam hari. Ini tentu menjadi catatan penting bagi para orang tua. Mulai sekarang harus melatih diri dan membimbing anak-anak untuk melakukan muhasabah diri tiap sebelum tidur malam. Ayat tentang Muhasabah Diri Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Ada banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menyebutkan arti penting muhasabah diri. Salah satunya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok akhirat, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hasyr 18 Dengan sangat jelas ayat di atas menjadi dalil perintah untuk muhasabah diri setelah perintah untuk bertakwa, dan diakhiri dengan perintah untuk bertakwa kembali. Kemudian Allah subhanahu wata’ala melanjutkan firman-Nya, وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” QS. Al-Hasyr 18 Ayat tersebut adalah sindiran keras bagi orang beriman yang mengabaikan perintah untuk muhasabah diri. Di mana Allah subhanahu wata’ala menyamakan orang yang melupakan perintah ini dengan orang fasik yang melupakan Allah subhanahu wata’ala. Kemudian ayat berikutnya, لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ “Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” QS. Al-Hasyr 18 Hadits Tentang Muhasabah Diri Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Ada kisah menarik yang disebutkan dalam hadits tentang muhasabah diri. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits nomor 2750. Ketika itu, salah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bernama Hanzhalah al-Usayyidi mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersama Abu Bakar. Sesampainya di rumah beliau, Hanzhalah berkata, نَافَقَ حَنْظَلَةُ، يَا رَسُولَ اللهِ “Ya Rasulullah, Hanzhalah telah menjadi munafik.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya, وَمَا ذَاكَ؟ “Apa maksudmu, Hanzhalah?” Lalu Hanzhalah menjelaskan, يَا رَسُولَ اللهِ نَكُونُ عِنْدَكَ، تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ، حَتَّى كَأَنَّا رَأْيُ عَيْنٍ، فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ، عَافَسْنَا الْأَزْوَاجَ وَالْأَوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ، نَسِينَا كَثِيرًا “Ya Rasulullah, ketika saya berada di sisi engkau, kemudian engkau menerangkan kepada saya tentang siksa neraka dan nikmat surga, seolah-olah saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Akan tetapi, ketika saya telah keluar dari sisi engkau, maka saya pun berlaku kasar kepada istri dan anak-anak saya serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi saya sering Iengah.” Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menasihati, وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي، وَفِي الذِّكْرِ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ، وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً “Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Tetapi, tentunya yang demikian itu dilakukan sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu, secara berkala, tidak spontanitas” Beliau pun mengulangi kata-kata itu tiga kali. Kata-Kata Muhasabah Diri dari Para Ulama Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Karena begitu pentingnya aktivitas tiap akhir malam ini, banyak sekali para ulama, mulai dari kalangan sahabat, tabiín, taibút tabiín, dan ulama setelahnya, yang mengucapkan kata-kata muhasabah diri sebagai nasehat bagi kaum muslimin. Bahkan, mengingat betapa pentingnya muhasabah diri, akhirnya Ibnu Abid Dunya menulis sebuah buku muhasabah diri setebal 139 halaman dengan judul Muhasabatun Nafsi wa al-Izra’ alaiha. Kata-kata muhasabah diri yang paling melegenda adalah ucapan sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berikut ini, حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، “Hisablah dirimu semua sebelum nanti dihisab.” وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا؛ “Dan timbanglah diri kamu semua sebelum nanti ditimbang.” فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا أَنْ تُحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ، “Karena nanti hisabmu akan lebih mudah jika engkau evaluasi dirimu sekarang.” وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ “Dan hiaslah dirimu untuk pertemuan besar hari kiamat.” يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ “Di hari akan ditampakkan semua dari kamu dan tidak ada yang tersembunyi.” Mihasabatun Nafsi, Ibnu Abid Dunya, 22 Cara Muhasabah Diri Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Bagaimana cara muhasabah diri? Para ulama menjelaskan, muhasabah diri dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama Muhasabah Sebelum Amal Muhasabah sebelum amal dilakukan dengan menyelidiki terlebih dahulu; apakah ia mampu untuk melaksanakannya atau tidak. Kemudian melihat apakah amalan tersebut membawa manfaat dunia-akhirat atau tidak. Lalu memeriksa niat; apakah amalan ini akan dilakukan ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala atau dilakukan demi manusia. Kedua Muhasabah Setelah Amal Sedangkan muhasabah setelah amal terbagi dalam tiga bentuk. Bentuk pertama Muhasabah terhadap amalan yang tertinggal dan amalan yang belum sempurna Muhasabah ini dilakukan dengan memeriksa setiap amalan yang telah dilakukan dari sisi niatnya; sudah ikhlas lillahi ta’ala atau belum. Kemudian dari segi caranya; sudah sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam atau belum. Kemudian dari segi pelaksanaannya; apakah ada amalan yang belum terlaksana atau lupa untuk dilaksanakan pada hari tersebut. Bentuk kedua muhasabah diri terhadap amalan yang lebih baik ditinggalkan dari pada dilaksanakan. Contoh muhasabah diri bentuk ini adalah memeriksa apakah ada amalan yang seharusnya tidak dilakukan, tapi justru malah dilakukan pada hari itu. Mengingat, jika amalan tersebut dilakukan akan membuka pintu dosa dan kemaksiatan. Seperti muhasabah diri terhadap perbuatan syubhat. Bentuk ketiga Muhasabah diri terhadap amalan mubah. Melakukan muhasabah diri terhadap amalan-amalan mubah. Memeriksa kembali tujuan melakukan amalan mubah tersebut. Untuk apa, demi apa, manfaatnya apa, sisi negatifnya apa. Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Manfaat terbesar yang dapat kita raih dari muhasabah diri adalah terjadinya peningkatan terhadap kualitas hidup kita. Bagi kita yang merasa kehidupannya begitu-begitu saja, mari kita segera latihan membiasakan diri dengan muhasabah. Bagi kita yang merasa semakin hari diri kita semakin memburuk, mari segera bermuhasabah. Apa yang salah dengan aktivitas kita sehari-hari. Dengan muhasabah diri, kita akan menemukan perbuatan-perbuatan yang berakibat buruk di dunia dan akhirat yang kita lakukan pada hari itu. Sehingga kita dapat menyadari keberadaannya untuk kemudian segera bertobat dengan tobat nasuha. Saudaraku, jamaah shalat Jumat yang dicintai Allah subhanahu wata’ala, Demikian materi khutbah Jumat tentang muhasabah diri yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa mudahkan kita dapat upaya memperbaiki diri melalui muhasabah diri setiap hari. Sehingga tercipta pribadi yang beriman, taat, dan berkualitas dalam urusan dunia akhirat. Amin. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ لله وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة Download PDF Materi Khutbah Jumat Muhasabah Diri Setiap Hari di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!
Navigasi cepat itu pertobatan sejati? Apakah Kita Memiliki Pertobatan Sejati Kita Belum Mencapai Pertobatan Sejati? Mencapai Pertobatan Sejati Dalam beberapa tahun terakhir, bencana semakin besar dan semakin parah, seperti gempa bumi, tulah, kebakaran, banjir, dan sebagainya. Banyak orang telah menyadari bahwa bencana yang sering terjadi adalah tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus, dan hari Tuhan Yesus semakin dekat. Tuhan Yesus berkata "Bertobatlah engkau karena Kerajaan Surga sudah dekat" Matius 417. Jelas, hanya mereka yang benar-benar bertobat yang dapat dilindungi oleh Tuhan dan menghindari kematian dalam bencana. Jadi, apa yang dimaksud dengan pertobatan sejati? Bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Mari kita menjelajahi topik ini bersama. Apa itu pertobatan sejati? Apa itu pertobatan sejati? Banyak orang berpikir, "Selama kita berdoa kepada Tuhan untuk bertobat, menerapkan kerendahan hati dan kesabaran, menderita, memikul salib dan melakukan banyak perbuatan baik, maka itu berarti kita telah mencapai pertobatan sejati." Apakah pandangan ini sejalan dengan kehendak Tuhan? Apa yang Tuhan katakan? Tuhan berkata, "Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus" Imamat 1145. Wahyu 2214 menubuatkan, "Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu" Wahyu 2214. Tuhan itu kudus dan Dia membenci dosa manusia. Jadi pertobatan sejati mengacu pada saat orang tidak lagi berbuat dosa atau melawan Tuhan. Hanya ketika kita mencapai penyucian dan transformasi dalam watak rusak kita, seperti keegoisan, tipu daya, kesombongan, kejahatan, keserakahan, dan lebih banyak lagi, benar-benar membuang belenggu dan batasan dosa, dapat sepenuhnya menaati dan mengasihi Tuhan, dan tidak pernah memberontak melawan dan menentang Tuhan, dapatkah kita menjadi orang yang memiliki pertobatan sejati dan memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan surga. Merenungkan Apakah Kita Memiliki Pertobatan Sejati Mari kita bandingkan diri kita dengan standar yang diminta oleh Tuhan untuk melihat apakah kita memiliki pertobatan yang benar. Kita secara lahiriah melakukan beberapa perbuatan baik, tetapi apakah ini berarti kita tidak lagi berbuat dosa atau melawan Tuhan? Apakah ini berarti kita telah disucikan? Kita sering hidup dalam keadaan berbuat dosa dan mengaku dosa, dan tidak mampu menerapkan firman Tuhan, jadi bagaimana kita bisa disebut orang yang benar-benar bertobat? Sebagai contoh, meskipun kita bisa bekerja keras, kita sering menghitung kontribusi kita sendiri, dan memamerkan diri kita sehingga orang lain menganggap kita tinggi dan memandang tinggi kita. Kita masih bisa berjuang untuk reputasi dan kepentingan pribadi kita, dan terlibat dalam perselisihan dan kecemburuan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita bisa bersikap toleran dan sabar dengan orang lain dan tidak bertengkar dengan orang lain, tetapi begitu orang lain melanggar kepentingan kita atau menyakiti harga diri kita, bagaimanapun, kita jadi membenci mereka, atau bahkan membalas dendam pada mereka. Dalam kehidupan rumah tangga kita, kita menyatakan bahwa Kristus adalah kepala rumah kita, tetapi kita egois, selalu ingin mendapatkan keputusan akhir dalam segala hal dan ingin orang lain mendengarkan kita. Saat menghadapi bencana alam atau bencana buatan manusia, kita menyalahkan dan salah memahami Tuhan, dan bahkan dapat mengkhianati Tuhan… Dari fakta-fakta ini, kita dapat melihat bahwa tidak peduli berapa banyak perbuatan baik yang kita lakukan di permukaan, seberapa keras kita bekerja, dan seberapa mampu kita menderita dan membayar harga, ini tidak berarti bahwa kita memiliki pertobatan sejati. Hanya dengan membuang watak rusak kita dan tidak lagi berbuat dosa untuk melawan Tuhan, barulah kita bisa menjadi orang yang benar-benar bertobat. Hanya orang-orang seperti itu yang dapat sesuai dengan Tuhan dan memenuhi syarat untuk memasuki kerajaan surga. Mengapa Kita Belum Mencapai Pertobatan Sejati? Mungkin beberapa orang akan bertanya, "Dosa-dosa kita diampuni karena kita telah menerima keselamatan Tuhan Yesus. Tetapi mengapa kita masih hidup dalam dosa dan gagal mencapai pertobatan sejati?" Mari kita membaca dua bagian dari firman Tuhan dan kemudian kita akan memahami pertanyaan ini. Tuhan berfirman "Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak ...." "Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapusan dosa, tetapi manusia belum mampu menyelesaikan masalah bagaimana ia dapat untuk tidak lagi berbuat dosa dan bagaimana agar sifat dosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan. Dosa manusia diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis sehingga sifat dosa manusia sepenuhnya dibuang dan tidak akan pernah lagi berkembang, sehingga memungkinkan watak manusia berubah. Hal ini mengharuskan manusia memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, jalan hidup, dan cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk bertindak sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan ia dapat hidup di bawah cahaya terang, sehingga segala sesuatu yang ia lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ia dapat membuang watak rusak Iblisnya, dan supaya dia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga ia pun benar-benar lepas dari dosa. Hanya dengan begitu, manusia akan menerima keselamatan yang lengkap." Dari perkataan Tuhan, pekerjaan Tuhan Yesus sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu, Dia melakukan pekerjaan penebusan, menjadi korban penghapus dosa bagi umat manusia melalui penyaliban, dan membebaskan manusia dari kutukan hukum-hukum. Karena itu, selama kita mengakui dosa dan bertobat kepada Tuhan Yesus, maka dosa kita akan diampuni, dan kita kemudian layak untuk menikmati anugerah-Nya yang berlimpah. Namun, apa yang Tuhan Yesus lakukan hanyalah pekerjaan penebusan yang tidak melibatkan perubahan watak orang. Dan watak Iblis sangat mengakar di dalam diri kita seperti kesombongan dan keangkuhan, keegoisan, kebengkokan dan tipu daya serta keserakahan dan kejahatan, masih tetap ada di dalam diri kita dan ini adalah sumber dari dosa kita. Jika kita tidak dapat melepaskan diri kita dari watak-watak yang rusak ini, kita akan sering berdosa dan melawan Tuhan tanpa sadar. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Dengan kata lain, jika sifat dosa kita dan sumber dosa kita tidak dapat diselesaikan, tidak peduli berapa lama kita percaya kepada Tuhan, kita masih tidak dapat mencapai pertobatan sejati atau berhenti berbuat dosa, dan kita tidak akan pernah masuk kerajaan surga. Rekomendasi terkait: Bagaimana Mencapai Pertobatan Sejati Jadi, bagaimana kita dapat mencapai pertobatan sejati? Tuhan Yesus bernubuat "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" Yohanes 1612-13. "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" Yohanes 1248. Alkitab juga menubuatkan, "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan dan jika itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?" 1 Petrus 417. Dapat dilihat dari ayat-ayat ini bahwa ada banyak kebenaran yang Tuhan Yesus tidak katakan kepada kita ketika Dia melakukan pekerjaan-Nya. Jadi, Tuhan Yesus berjanji kepada kita bahwa Dia akan kembali di akhir zaman, mengungkapkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih tinggi, dan melakukan pekerjaan menghakimi dan menyucikan manusia, sehingga memungkinkan kita untuk sepenuhnya membebaskan diri kita dari belenggu dosa, ditahirkan, dan mencapai pertobatan sejati. Sekarang Tuhan Yesus telah berinkarnasi kembali. Dia mengungkapkan semua kebenaran untuk menyucikan dan menyelamatkan umat manusia dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dengan rumah Tuhan untuk sepenuhnya mencabut akar penyebab dosa-dosa umat manusia, sehingga manusia dapat mencapai pertobatan dan perubahan yang sejati, dan tidak lagi berbuat dosa atau melawan Tuhan. Ini persis menggenapi nubuat Tuhan Yesus "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" Yohanes 1247-48. Lalu bagaimana Tuhan menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan penghakiman untuk menyucikan manusia dan memungkinkan kita untuk mencapai pertobatan sejati? Mari kita baca satu bagian dari firman Tuhan. Tuhan berfirman "Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya." Di akhir zaman, Tuhan mengungkapkan kebenaran untuk membuat orang mencapai pertobatan sejati. Firman-Nya mengungkapkan dengan sangat jelas sifat Iblis kita yang menentang dan mengkhianati Tuhan, sikap kita terhadap Tuhan dan terhadap kebenaran, serta pengejaran kita yang salah dalam iman kita kepada Tuhan, dan membedah tindakan dan pikiran kita di kedalaman hati kita. Firman Tuhan ibarat pedang yang bermata dua, menembus hati kita, dan membuat kita mengetahui akar dosa kita dan melihat dengan jelas kebenaran mengenai kerusakan kita, memungkinkan kita untuk mengenali bagaimana sifat dan substansi kita penuh dengan kesombongan dan keangkuhan, keegoisan dan kekejian, kebengkokan dan tipu daya, dan lain-lainnya. Kita tahu dengan jelas persyaratan Tuhan, tetapi kita selalu dikendalikan oleh watak-watak Iblis ini, memberontak terhadap Tuhan dan melawan Tuhan tanpa terkendali, dan tidak dapat mempraktikkan kebenaran, sehingga kita telah menjadi perwujudan Iblis. Dalam menghadapi penghakiman dan hajaran Tuhan, kita telah benar-benar diyakinkan oleh firman Tuhan, kita bersujud di hadapan Tuhan, mulai membenci diri kita sendiri dan mengutuk diri kita sendiri, dan dengan demikian kita memiliki pertobatan sejati. Sementara itu, kita juga merasakan dari lubuk hati kita bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, semua itu adalah ekspresi dari watak Tuhan dan siapa Tuhan itu. Kita melihat bahwa watak Tuhan yang benar yang tidak dapat disinggung oleh siapapun, dan bahwa esensi dari kekudusan Tuhan tidak dapat dilanggar oleh siapapun. Dengan demikian, hati yang takut akan Tuhan dikembangkan dalam diri kita, dan kita mulai mencari kebenaran dengan segenap kekuatan kita, dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan. Semakin kita memahami kebenaran, semakin kita membedakan sifat Iblis dan watak Iblis yang berakar dalam diri kita sendiri, dan kita juga semakin mengenal Tuhan. Secara bertahap, kita dapat mempraktikkan kebenaran untuk menebus pelanggaran masa lalu kita, dan kemudian watak kita yang rusak dapat disucikan. Lambat laun, kita akan lepas dari ikatan dosa, tidak lagi dikendalikan oleh watak Iblis yang rusak, tidak lagi berbuat jahat atau menentang Tuhan dan kita akan dapat benar-benar menaati Tuhan dan menyembah Tuhan, serta mencapai pertobatan sejati. Dengan demikian, menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mencapai pertobatan sejati. Sekarang, pekerjaan penghakiman Tuhan sudah mendekati akhirnya, dan semua jenis bencana terjadi satu demi satu, jadi kita tidak memiliki banyak kesempatan untuk bertobat. Pada saat kritis ini, hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman barulah kita dapat lepas dari belenggu dosa dan mencapai pertobatan sejati. Kalau tidak, impian kita untuk memasuki kerajaan surga tidak akan pernah terwujud. Rekomendasi terkait: Catatan Editor Rekomendasikan kolom "Renungan Harian" untuk menyediakan Anda artikel-artikel saat teduh, bacaan Alkitab, dan konten lainnya untuk memperkaya kehidupan rohani Anda. Jika Anda masih memiliki masalah atau kebingungan dalam kehidupan iman Anda, silakan hubungi kami melalui messenger atau WhatsApp, kami akan membahas dan berkomunikasi dengan Anda.
khotbah tentang kehidupan sehari hari